Kata sebagian orang :
“Sulit untuk menjelaskan sesuatu yang sudah jelas”. Istilah pacaran adalah sebuah istilah yang sudah sangat akrab ditelinga serta lengket dalam pandangan mata.
Namun saya masih agak kesulitan untuk mendefinisikannya.
Mudahan-mudahan tidak salah kalau saya katakan bahwa setiap kali istilah
ini disebut maka yang terlintas dibenak kita adalah sepasang anak
manusia -terutama kawula muda dan para remaja- yang tengah dilanda cinta
dan dimabuk asmara, saling mengungkapkan rasa sayang, cinta dan rindu,
yang kemudian akhirnya biduk ini akan menuju pada pantai pernikahan.
Inilah paling tidak anggapan dan harapan sebagian pelakunya.
Namun ada satu hal yang banyak luput dari banyak kalangan bahwa
segala sesuatu itu ada etika dan aturannya, kalau masuk terminal saja
ada aturannya, akankah masalah cinta yang kata sebagian orang “suci” ini
tanpa aturan ???
CINTA TABIAT ANAK MANUSIA: JANGAN DIBUNUH, JANGAN PULA DIUMBAR!
Allah Ta’ala berfirman :
زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ
وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ
وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَاْلأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ
الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللهُ عِندَهُ حُسْنُ الْمَئَابِ
“Dijadikan indah dalam pandangan manusia kecintaan pada apa-apa yang
dia ingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis
emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak dan sawah ladang. Itulah
kesenangan hidup didunia. Dan disisi Allah lah tempat kembali yang
baik.” (QS. Ali Imran : 14)
Inilah tabiat dan fithrah kita sebagai anak Adam. Anak cinta orang
tua, orang tua cinta anak, kita cinta pada uang, kaum hawa cinta pada
perhiasan de el el. Begitu pula cinta pada lawan jenis, semua diantara
kita yang laki-laki mencintai wanita dan yang wanita cinta laki-laki,
barang siapa yang tidak memilikinya maka dipertanyakan kejantanan dan
kefemininannya.
Setuju nggak ???
BILA SI CINTA DENGAN GAUN MERAH JAMBU ITU HADIR!!
Saya tidak tahu persis sejak kapan warna merah jambu dan daun waru
dinobatkan sebagai lambang cinta, apapun jawabannya, itu tidak terlalu
penting bagi kita. Namun yang sangat penting adalah bahwasannya bila
masa kanak-kanak itu telah beranjak pergi meninggalkan kehidupan kita,
lalu kitapun menyandang predikat baru sebagai remaja untuk menyongsong
kehidupan manusia dewasa yang mandiri.
Ada sesuatu yang terasa hadir mengisi indahnya hidup ini.
Itulah cinta.
Yang jelas cinta ini bukan lagi cinta pada mainan atau jajan
bungkusan anak-anak, namun cinta pada sesuatu yang belum pernah ada
sebelumnya. Saat itu tersenyumlah seraya berucap : “
Selamat datang cinta.”
KASIHAN SI CINTA: SERING DIJADIKAN KAMBING HITAM!
Cinta adalah sesuatu yang agung, Dengan cinta seorang yang pengecut
menjadi pemberani, orang yang bakhil menjadi dermawan, yang bodoh
menjadi pintar, menjadikan orang pandai merangkai kata dan tulisan.
Begitulah kira-kira yang diungkapkan para dokter cinta.
Oleh karena jangan salahkan cinta, kasihan dia. Bukankah karena cinta seseorang bisa masuk surga.
Suatu hari ada seseorang bertanya kepada Rasulullah
shallallahu’alaihi wa sallam tentang kapan terjadi hari kiamat, namun beliau malah balik bertanya :
“Apa yang telah engkau persiapkan untuk menghadapinya ?” Dia menjawab : .
”Cinta Allah dan Rasul Nya.” maka beliaupun menjawab :
“Engkau bersama orang yang engkau cintai.” Maka Anas bin Malik
radliyallahu’anhu perowi hadits ini pun berseru gembira :
“Demi Allah, Saya mencintai Rasulullah, Mencintai Abu Bakr dan Umar, maka saya berharap untuk bisa bersama mereka disurga,”.
(Bukhari Muslim)
Cinta itu akan menjadi sangat agung kalau diletakkan pada tempatnya,
namun bisa menjadi bencana kalau disalah gunakan. Oleh karena itu
berhati-hatilah.
CINTA KEPADA ALLAH: RABB SEMESTA ALAM
Cukuplah bagi kita merenungi ayat berikut :
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ ءَ ايَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
“Sesunguhnya orang-orang yang beriman yaitu adalah orang-orang yang
ketika disebut nama Allah maka bergetarlah hatinya, dan apabila
dibacakan ayat-ayatnya maka bertambahlah iman mereka karenanya. Dan
kepada Rabbnya mereka bertawakkal.
(Al Anfal : 2)
Bertanyalah pada diri kita masing-masing, hatimu bergetar saat disebut nama-
Nya ataukah nama
nya ???
“Mintalah fatwa pada dirimu sendiri” begitulah kata Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam.
Bukankah cinta ini yang menjadikan Handlalah
radliyallahu’anhu
meninggalkan malam pertamanya untuk pergi perang lalu meninggal dalam
keadaan masih junub ? Bukankah cinta ini yang menjadikan Bilal bin Rabah
radliyallahu’anhu mampu menahan derita yang tak terkira ? begitu pulalah Ammar bin Yasir, Khalid bin Walid dan lainnya
radliyallahu’anhum.
CINTA KEPADA RASULULLAH SHALLALLAHU’ALAIHI WA SALLAM
Lelaki agung itu, yang meskipun beliau sudah meninggal 14 abad yang
lalu , namun masih kita rasakan cinta dan kasihnya. Lihatlah gambaran Al
Qur’an ini :
لَقَدْ جَآءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَاعَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ
“Sungguh telah datang pada kalian, seorang rasul dari kalangan kalian
sendiri, berat terasa olehnya penderitaan kalian, sangat menginginkan
keselamatan bagi kalian, amat belas kasihan, lagi penyayang terhadap
orang-orang mukmin.”
(At Taubah : 128)
Oleh karena itu tidak mengherankan kalau beliau bersabda :
“Tidak sempurna keimanan salah seorang diantara kalian sehingga saya
lebih dia cintai dari pada cintanya pada orang tuanya, anak-anaknya dan
semua manusia.”
(Bukhari Muslim)
Cinta pada sunnahnya, itulah bentuk cinta pada beliau. Sangat ironis
sekali ummat islam sekarang yang mana setiap kali disebut sunnah beliau,
maka mereka dengan langsung memprotes :
“Kan Cuma sunnah ???” lalu kalau tidak sunnah beliau mau sunnah siapa ???
Firman Allah ta’ala:
لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ
“Sungguh ada bagi kalian pada diri Rasulullah suri tauladan yang baik.” (QS. Al-Ahzab: 21)
CINTA KARENA ALLAH
”Akhi, Ukhti, saya mencintaimu karena Allah.” Begitulah Rasulullah mengajarkan ummatnya untuk cinta ada orang lain karena Allah, dalam artian
kalau
orang itu semakin membuat kita dekat pada Nya maka cintailah dia, dan
begitu pula sebaliknya kalau ada orang yang semakin menjauhkan kita dari
Nya, maka jauhilah dia. Bukankah orang yang melakukannya akan
merasakan manisnya iman dan akan mendapatkan mimbar cahaya yang
diingingkan oleh para Nabi dan Syuhada’ ???
Mencintai tokoh idola Anda, juga lakukan atas dasar cinta pada Allah dan Rasulnya.
ITULAH AGUNGNYA CINTA: JANGAN DIPERKOSA!
“Pemerkosaan arti cinta” -maaf kalau kalimat ini kedengaran kasar-
namun itulah kenyataannya. Betapa banyak wanita yang menyerahkan mahkota
hidupnya kepada orang yang belum berhak lalu dia berucap ini sebagai
tanda cintaku padanya, sebaliknya betapa banyak kaum laki-laki yang
harus melakukan kemaksiatan atas nama cinta.
Subhanallah !!! akankah cinta kita pada Allah Dzat yang Maha
Agung dikalahkan oleh cinta pada seseorang yang berasal dari air mani
yang kotor, saat hidupnya selalu membawa kotoran, dan saat meninggal pun
akan berubah menjadi sesuatu yang sangat menjijikkan ???
Malulah pada Nabiyullah Yusuf
Alaihis Salam, yang mampu mempertahankan kehormatannya dihadapan seorang wanita cantik, kaya raya, bangsawan lagi.
Jangan engkau berkata : “Diakan seorang Nabi ?.” karena kisah serupa
pun dialami oleh Abdur Rahman bin Abu Bakr, Muhammad al Miski dan
lainnya
TIDAK!!! ISLAM TIDAK MENGHARAMKAN CINTA, ISLAM HANYA MENGATURNYA!
Islam sebagai agama paripurna, tidak membiarkan satupun masalah tanpa aturan.
Lha wong
cara berpakaian, mandi, buang air dan hal-hal kecil lainnya ada
aturanya, maka bagaimana mungkin urusan cinta yang menjadi keharusan
hidup manusia normal akan tanpa aturan.
Itu mustahil.
Benarlah Salman Al Farisi
radliyallahu’anhu tatkala ditanya :
“Apakah nabimu sudah mengajarkan segala sesuatu sampai masalah adab buang air besar ?”, maka beliau menjawab :
Ya,
Rasulullah sudah mengajarkannya, beliau melarang kami untuk menghadap
dan membelakangi kiblat dan memerintahkan kami untuk beristinjak dengan
tiga batu dan melarang kami untuk beristinjak dengan kotoran dan
tulang.”
Allah Berfirman :
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا
“Pada Hari ini telah kusempurnakan agama kalian, dan telah Ku
sempurnakan nikmatku kepadamu dan Aku rela islam sebagai agamamu.”
(Al Maidah : 3)
Oleh karena itu kalau mau bercinta alias pacaran, saya tawarkan sebuah ‘pacaran islami’ biar berpahala.
Setuju
nggak ???
Selamat mencoba !!!
Ada beberapa aturan yang harus dipenuhi kalau mau berpacaran yang ‘islami’ yaitu :
1.Menutup aurat
Firman Allah Ta’ala :
يَآأَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ
وَنِسَآءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلاَبِيبِهِنَّ
ذَلِكَ أَدْنَى أَن يُعْرَفْنَ فَلاَ يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللهُ غَفُورًا
رَّحِيمًا
“Hai Nabi, Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min “Hendaknya mereka
menjulurkan pakaiannya keseluruh tubuh mereka” yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenali, karena itu mereka tidak diganggu.”
(QS. Al Ahzab : 59)
Bahkan
saking pentingnya masalah ini, Rasulullah juga mengaturnya walaupun antar jenis.
Dari Abu Said Al Khudri
radliyallahua’anhu berkata : “Rasulullah
shallallahu’alaihi wa sallam bersabda :
“Janganlah seorang laki-laki itu melihat aurat laki-laki dan jangan seorang wania melihat aurat wanita.”
(H.R. Muslim)
2. Menundukkan pandangan
Firman Allah
Ta’ala :
قُلْ لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ
وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللهَ خَبِيرٌ
بِمَايَصْنَعُونَ {} وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ
أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ
“Katakanlah kepada orang-orang mu’min laki-laki agar mereka
menundukkan sebagian pandangan mereka serta menjaga kemaluan mereka. Dan
katakan kepada para wanita mu’minah, agar mereka menundukkan sebagian
pandangan mereka dan menjaga farji mereka.”
(QS. An Nur : 30,31)
Dari Jarir bin Abdillah berkata : “Saya bertanya pada Rasulullah tentang
pandangan yang mendadak tak sengaja, maka beliau memerintahkanku untuk
memalingkan pandangan itu.”
(Riwayat Muslim)
3. Tidak bersolek ala jahiliyah
Firman Allah Ta’ala :
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى
“Dan
menetaplah kalian dalam rumah-rumah kalian, dan janganlah bersolek seperti bersoleknya orang-orang jahiliyah yang dahulu.”
(QS. Al Ahzab : 33)
Dari Abu Hurairah
radliyallahu’anhu berkata : “Rasulullah
shallallahu’alaihi wa sallam
bersabda : “Ada dua golongan manusia ahli neraka yang saya belum pernah
melihatnya, yang pertama : orang-orang yang memegang cambuk untuk
memukul orang lain, yang kedua : Para
wanita yang berpakaian tapi telanjang,
mereka berlenggak lenggok, kepala mereka seperti punuk unta. Mereka
tidak akan pernah masuk surga dan tidak akan mendapatkan bau surga,
padahal bau surga itu dapat tercium dari jarak sekian dan sekian.”
(HR. Muslim)
Alangkah meruginya orang yang semacam ini !!!
4.Ada pembatas antara laki-laki dan wanita
Firman Allah Ta’ala :
وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ ذَلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ
Dan apabila kalian meminta sesuatu pada mereka (para istri Rasulullah ) maka
mintalah dari balik hijab. Karena yang demikan itu lebih suci bagi hati kalian serta bagi hati mereka.”
(QS.Al Ahzab : 53)
5.Jangan berdua-duaan, karena yang ketiganya adalah setan
Begitulah kira-kira bunyi hadits Rasulullah
shallallahu’alaihi wa sallam riwayat imam Ahmad dan Tirmidzi dari Abu Huroiroh dengan sanad hasan,
6.Jangan lembutkan ucapan
Firman Allah Ta’ala :
فَلاَ تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلاً مَّعْرُوفًا
“
Janganlah kalian (Para wanita) melembutkan ucapan, sehingga akan rakus orang-orang yang punya penyakit hati, namun ucapkanlah yang baik.”
(QS. Al Ahzab : 32)
7.Kulitmu masih haram bagiku
Dari Ma’qil bin Yasar berkata : Rasulullah
shallallahu’alaihi wa sallam bersabda :
“Seandainya
ditusuk pada
kepala salah seorang
kalian dengan
jarum besi panas, maka itu
lebih baik dari pada
menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Thobroni, Lihat As Shohihah : 226)
- Saudaraku, kalau anda mampu memenuhi syarat ini, teruskan pacaran anda.
- Namun kalau tidak, maka pilihlah engkau lebih mencintai dia ataukah
Allah yang telah menciptakanmu, memberimu rizqi, melimpahkan kasih
sayangNya padamu dan memberimu hidayah menjadi orang islam ???
- Segera tinggalkan transaksi harammu itu, sebelum kemurkaan Allah
benar-benar datang. Atau saya punya usul , bagaimana kalau engkau
cepat-cepat menikah, itupun kalau engkau sudah siap. Bagaimana ???
STOP!! INI BUKAN AREA ANDA! JANGAN BERZINA!!
Jangan ada yang berfikir bahwasanya yang terlarang dalam islam hanyalah zina dalam pengertian
masuknya timba dalam sumur
sebagaimana bahasa hadits Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam.
Namun yang terlarang adalah semua hal yang mendekati pada perzinaan
tersebut. Perhatikanlah firman Allah ta’ala :
وَلاَتَقْرَبُوا الزِّنَى
“Janganlah kalian
mendekati zina”
(QS. Al-Isra’: 32)
Juga Sabda Rasulullah
shallallahu’alaihi wa sallam :
“Sesungguhnya Allah telah menetapkan pada setiap anak adam bagianya
dari zina yang pasti akan menemuinya, zinanya mata adalah memandang,
zinanya lisan adalah berucap, jiwa dengan berharap dan berkhayal, yang
semua itu dibenarkan atau didustakan oleh kemaluan.”
(Bukhari Muslim)
HAMIL DULU BARU NIKAH ATAU NIKAH DULU BARU HAMIL?
Hamil setelah pernikahan yang sah adalah sebuah kebanggaan dan
keagungan, semua orang yang memasuki biduk pernikahan pasti menginginkan
kehamilan istrinya. Banyak klinik yang mengaku bisa mengobati
kemandulan adalah salah satu buktinya.
Di sisi lain, wanita yang hamil
tanpa tahu harus kemana dia harus memanggil “Suamiku” akan sangat gelisah.
Masyarakat yang terkadang
dhalim akan bisa dengan segera memaafkan
laki-laki yang berbuat
kurang ajar itu, namun
tidak terhadap wanita. Dia akan
menanggung aib itu sepanjang zaman dan akan terkenallah ia sebagai
wanita yang tidak bisa menjaga kehormatannya. Begitulah yang dikatakan oleh Syaikh Ali Ath Thanthawi.
Kalau dia menikah kelak, bukankah suaminya akan dengan mudah mengatakan :
“Sudah berapa laki-laki yang tidur denganmu sebelum menikah denganku ?
Anak yang terlahir, dia akan terlahir sebagai anak yang tidak di harapkan kehadirannya, Tidak ada sentuhan kasih dan sayang.
Dari sisi Fiqh, Imam Ahmad bin Hambal
rahimahullah dan
lainnya mengatakan bahwa wanita hamil dari hasil perzinaan tidak boleh
dinikahi selama hamil, dan kalau sudah terlanjur dinikahi maka harus
diadakan pernikahan ulang.
PERINGATAN PENTING BAGI YANG MASIH PUNYA HATI…
Anda
kepingin mendapatkan seorang pasangan hidup yang baik, setia, sholih dan shalihah ??? perhatikanlah resep Ilahi ini :
الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ
“Wanita yang jelek untuk laki-laki yang jelek, lelaki yang jelek
untuk wanita yang jelek, begitu pula dengan wanita yang baik untuk
laki-laki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik.”
(QS. An Nur : 26)
Kata para ulama’ :
“Balasan itu sejenis dengan amal perbuatannya.”
- Akan menjadi sebuah mimpi disiang bolong kalau anda menginginkan istri seperti Fathimah binti Abdul Malik kalau anda tidak bisa menjadi Umar bin Abdul Aziz.
- Jangan pula mimpi bersuamikan Ali bin Abi Tholib kalau engkau tidak menjadi Fathimah binti Muhammad. Perbaikilah dirimu dahulu sebelum engkau berharap mendapatkan pasangan hidup yang engkau idamkan !!!
JANGAN KATAKAN INI!
Jangan engkau berkata padaku :
“Aku berpacaran
kan untuk
tahap penjajagan,
biar saling memahami karakter masing-masing, sehingga tidak akan
terjadi penyesalan setelah memasuki maghligai pernikahan, karena
bagaimanapun juga kegagalan dalan berpacaran jauh lebih ringan daripada
kegagalan dalam pernikahan.”
Jangan engkau katakan itu padaku, karena itu hanyalah
topengmu belaka.
- Tanyalah pada dirimu sendiri apakah engkau selama pacaran, mencoba
untuk memahami masing-masing dan belajar untuk menjadi suami istri yang
baik?
- Ataukah yang engkau lakukan adalah berusaha menjadi baik saat berada dekat sang pacar? Bukankah ini sebuah penipuan kepribadian ??? persis kayak penjual yang takut ditinggal pembeli, yang mana ia harus berusaha untuk tampil lebih baik dari yang sebenarnya.
- Lalu apa yang engkau sisakan nanti kalau memasuki dunia pernikahan,
bukankah semuanya sudah engkau rasakan ? saling memadu rasa kasih
sayang, mengungkapkan rasa cinta, berjalan bareng, nonton bareng,
rekreasi bareng, bahkan mungkin hubungan suami istripun sudah dilakukan.
Lalu apa yang akan engkau sisakan setelah menikah ??? malam pertamamu
akan terasa hambar, tidak ada yang beda pada malam itu karena semua
sudah dilakukan, bahkan mungkin akan terasa pahit, karena selama ini
engkau berhubungan bukan cuma berdua, tapi bertiga, Yah …. Engkau
bersama setan yang selalu membumbui semua kemaksiatan menjadi
kenikmatan.
Bandingkan dengan yang malam pertamanya adalah
benar-benar malam pertama. Dan bulan madunya benar benar semanis madu.
Ah !!! saya tidak mau terlalu jauh mengenang masa-masa indah itu …..
kasihan yang belum nikah, he… he …
JANGAN ANGGAP INI KERAS!
Mungkin ada diantara kalian yang berkata : “
ustadznya terlalu keras.”
Wahai saudaraku seiman !!! cobalah renungkan kembali ayat-ayat dan
hadits diatas dengan pikiran jernih, kepala dingin dan penuh
rasionalitas, lalu ambilah kesimpulan, manakah yang keras ???
bukankah itu semua tuntutan syariat agama yang kita anut bersama ?
Atau jangan-jangan Engkau sedang kena penyakit
mag sehingga
nasi yang lembek pun terasa keras,
itulah kemungkinan yang paling dekat. Hatimu sedang berpenyakit,
sehingga engkau merasa sakit dan keras dengan sesuatu yang sebenarnya
lembek. Bukankah Rasulullah
shallallahu’alaihi wa sallam bersabda :
“Saya diutus untuk membawa syariat yang lurus dan mudah.”
(Bukhari Muslim)
PENUTUP
Di penghujung tulisan ini, saya teringat bahwa beberapa hari lagi
kita memasuki bulan Ramadlan. Belajar dari orang yang berpuasa yang dia
menahan lapar dahaga sehari penuh, namun saat berbuka, akan terasa
sangat nikmat air putih meskipun tanpa gula.
Inilah puasa panjang syahwat kita, yang akan engkau rasakan nikmatnya tatkala engkau berbuka dimaghligai pernikahan.
Saat melalui puasa panjang ini laluilah dengan :
- Banyak berdzikir, menyebut kebesaran Ilahi
- Sabar dan shalatlah
- Ikutilah kajian-kajian keagamaan
- Bertemanlah dengan orang-orang shalih yang akan menolongmu tegar dalam jalan Nya
- Sibukkan diri dengan aktivitas surgawi
- Kalau masih kebelet juga, perbanyaklah puasa karena sesunguhnya puasa adalah benteng yang kokoh.
Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami sebuah kebenaran itu sebagai
sesuatu yang benar dan berilah kami kekuatan untuk menjalankannya. Dan
tunjukkanlah kepada kami sebuah kesalahan itu sebagai sesuatu yang salah
dan berilah kami kekuatan untuk meninggalkannya.
Wa akhiru da’wana ‘anil Hamdi lillahi Robbil Alamin.
Oleh. Ust. Ahmad Sabiq bin Abdul Latif
Sumber: www.ahmadsabiq.com (silahkan merujuk ke web beliau untuk mengambil manfaat yang lebih banyak)
reposting dari
http://maramissetiawan.wordpress.com
http://aslibumiayu.wordpress.com/2011/01/16/kalau-mau-pacaran-yang-%E2%80%9Cislami%E2%80%9D-saja/
https://amininoorm.wordpress.com/2011/12/05/kalau-mau-pacaran-yang-islami-saja/